Konon pada tahun 1720 goa yang terletak di Kabupaten Gunung Kidul ini menjadi persembunyian Laskar Mataram dari Madiun saat dikejar oleh penjajah Belanda. “Rancang itu artinya rencana, sedangkan Kencana itu berarti sesuatu yang mulia. Jadi nama Goa Rancang Kencana bisa diartikan menjadi sebuah goa yang dipakai untuk menyusun rencana yang mulia.” tutur Bambang, salah satu petugas yang mengurus goa ini.

tampak pohon berusia 3 abad persis di mulut goa
Goa Rancang Kencana terkadang masih dipakai untuk bersemedi sekedar mencari tuah ataupun petunjuk hidup. Namun sudah jarang digunakan sebagai tempat bersemedi semenjak dibuka menjadi objek wisata pada tahun 2009. Tempat ini dapat digunakan sebagai areal perkemahan, tempat makrab (malam kearaban, prosesi setelah ospek), penelitian, atau acara outdoor lainnya. Jika berminat menggunakan areal ini untuk acara tersebut, sebaiknya menghubungi pihak yang terkait untuk mengurus perijinan dan lain lain. Bambang memberi informasi lagi, “Tahun 2001 kemarin ditemukan fosil manusia purba di dalam goa ini, peneliti dari UGM yang menemukan. Umur fosilnya kurang lebih 3000 tahun, mas.”
cahaya masih masuk hingga ke ruang pertama
Goa ini terdiri dari 3 ruangan. Ruangan pertama merupakan ruang masuk ke dalam goa ini. Di depan ruang ini terdapat pohon besar yang berusia kurang lebih 3 abad. Ruang kedua adalah ruang yang berfungsi sebagai penghubung antara ruang utama dengan mulut goa. Di ruang kedua terdapat sebuah wadah dari batu yang berfungsi menaruh sesaji jika hendak bersemedi. Di ruang ketiga atau ruangan yang paling dalam sekaligus ruangan utama, biasa digunakan sebagai tempat bersemedi. Di ruang ketiga terdapat sebuah tulisan yang disebut sebagai prasati oleh penduduk sekitar.
tempat sesaji yang terletak di ruang kedua
 

Prasasti yang terletak di ruang ketiga dalam goa ini menggunakan bahasa Indonesia. Bahkan ada gambar bendera merah putih dan ditemani oleh dua gambar burung garuda sesuai dengan lambang negara. Uniknya lagi, di ruang ketiga terdapat semacam dinding yang konon menjadi pintu untuk pergi ke gunung merapi. Prasasti yang bernama Prasetya Bhinnekaku dibuat persis di dinding tersebut. “Dinding ini pintu gaib yang dipake oleh Sultan atau orang-orang pintar jaman dulu kalo mau pergi ke Merapi, bentuknya sedikit cekung masuk ke dalam. Disampingnya ini ada semacam simbol kuncinya. Bentuknya dari batu”, pemandu wisata kami berbicara sambil menunjukkan lokasi batu yang disebut sebagai kunci. Jika penasaran dengan bentuk batu yang menjadi kunci, silahkan datang dan melihat langsung ke goa ini.

Entah sejak kapan mitos perihal pintu gaib ini bergulir. Kebenarannya pun masih disangsikan oleh para wisatawan, termasuk saya sendiri. Perlu sebuah kajian khusus yang melibatkan orang-orang pintar untuk menggali informasi mengenai keberadaan pintu gaib tersebut. Melihat sebuah prasasti yang ditanam tepat di mulut pintu maka saya memberanikan diri untuk berasumsi bahwa pintu gaib ini sudah tak lagi dipergunakan.

prasasti Prasetya Bhinnekaku yang menjadi harta karun tersembunyi
Seperti halnya goa alami lain, di goa ini juga terdapat penunggu gaib. “Beberapa minggu kemarin dipakai buat syuting acara misteri gitu, mas. Yang judulnya ada Mister Tukulnya gitu. Katanya mereka yang ngerti sih penunggu disini auranya positif, jadi ndak suka ganggu.” pemandu kami memberi penjelasan singkat.

Hal-hal mistis memang masih melekat dengan kehidupan orang Indonesia. Berbagai kisah-kisah yang tak bisa dijelaskan oleh akal sehat sudah menjadi makanan pokok bangsa ini. Selain aroma mistisnya yang cukup kental, tempat ini merupakan saksi bisu perjuangan pahlawan dalam berjuang melawan penjajah. Harta karun terbesarnya adalah Prasasti Prasetya Bhinnekaku, yang tentu saja telah berhasil merekam percikan semangat nasionalisme yang dilahirkan di dalam goa ini.

garuda lain yang terletak di dinding ruang ketiga

Adanya mitos mengenai pintu gaib menuju merapi membuat siapapun yang mendengarnya akan tertawa terbahak. Namun bila kita menelaah kembali sejarah yang selalu terlupakan, adakalanya mitos atau cerita rakyat memang suatu kisah yang benar-benar pernah terjadi.

0Share

Goa Rancang Kencono (Pintu Gaib Menuju Merapi?)

HL | 09 October 2012 | 14:34 Dibaca: 2000   Komentar: 43   19 menarik

Kabupaten Gunung Kidul memang kesohor akan pantai-pantainya yang indah dan menawan. Namun pesona alam yang tak kalah indah juga banyak kita temukan di sana. Salah satunya berupa sebuah goa purba yang sangat menarik yakni  Goa Rancang Kencono. Goa yang berada di desa Bleberan Kecamatan Playen tersebut konon sudah berusia ratusan atau bahkan ribuan tahun. Nama Rancang Kencono sendiri didapat karena di goa inilah Laskar Mataram dulunya merancang strategi perang melawan Penjajahan Belanda.

13497602912076596864

Jalan masuk goa berupa tangga (dok. pribadi)

Keberadaan goa Rancang Kencono juga searah dengan air terjun Sri Gethuk. Jadi bila kita kesana, ibarat buy 1 get 1 free. Tidak seperti goa-goa pada umumnya, goa Rancang Kencono seolah berada di dalam tanah. Jadi untuk masuk kedalamnya, kita harus menuruni beberapa anak tangga batu. Dan tepat berada di depan mulut goa, terdapat sebuah pohon Klumpit (Terminalia Edulis) yang masih alami.  Bagi sebagian masyarakat, kayu ini dipercaya bertuah memudahkan permohonan yang bersifat keduniawi-an.

1349762127199292166

Panggung di depan mulut goa (dok. pribadi)

Di kiri kanan pohon ini masih menyambung anak tangga menuju ke mulut goa. Tepat di depan mulut goa (berada di belakang pohon Klumpit) terdapat semacam panggung kombinasi dari batu dan tanah dengan halaman yang landai dan luas. Dari sinilah kita bisa mulai menemukan stalagtit-stalagtit yang menggantung menghiasi mulut goa.

1349763752749655769

Panggung di mulut goa (dok. pribadi)

Secara keseluruhan, goa Rancang Kencono memang tidak begitu banyak berhias ornamen selain stalagtit-stalagtit yang menggantung di langit-langit goa. Namun justru karena tidak adanya stalagmit pada lantai goa, berarti memudahkan kita untuk melakukan berbagai aktivitas di dalam goa. Karena luas dan lapangannya tempat ini sering kali digunakan untuk berbagai kegiatan seperti sarasehan, camping, ataupun berbagai kegiatan lain.

1349764464838473380

Bagian dalam goa (dok. pribadi)

Goa Rancang Kencono ini terbagi menjadi 3 ruangan. Ruangan pertama berupa pelataran yang landai dan luas dengan cukup sinar matahari, karena tempatnya berada di dekat mulut goa.  Menurut petugas di sana, konon di tempat ini pernah ada kehidupan dari jaman prasejarah. Di bagian dinding menuju ruangan kedua juga terdapat semacam relief batu yang menurut petugas mirip dengan jengklot.

13497659261423051681

(mirip) Jengklot menempel di dinding (dok. pribadi)

Memasuki bagian ruangan kedua, jalanan semakin sempit dan gelap. Petugaspun telah menyiapkan beberapa lampu senter sebagai alat penerangan. Di bagian ruangan kedua ini konon dipergunakan untuk ruang semedi. Di ruangan ini terdapat semacam meja batu yang konon digunakan untuk bersila tatkala bersemedi.

1349766314187016625

Meja batu untuk bersemedi (dok. pribadi)

Menuju ruangan ketiga (bagian terdalam dari goa), jalanan sangat-sangat sempit. Untuk masuk kedalamnya kita harus berjalan berjongkok satu per satu. Namun ternyata begitu lorong sempit tadi kita lewati, di dalam sana terdapat sebuah ruangan yang luas. Kita bisa berdiri dan menyaksikan bukti-bukti perjuangan laskar Mataram di sini. Di dinding goa pada ruangan ini terdapat semacam “prasasti” atau janji prajurit yang tulisan “Prasetya Bhinnekaku” di bagian atasnya, serta lambang burung garuda di sampingnya.

1349767361484124171

Sumpah prasetya (dok. pribadi)

Tak jauh dari “prasasti” atau sumpah prasetya tadi juga terdapat ornamen unik yang berbentuk seperti sebuah kunci yang menempel pada dinding goa. Menurut petugas, konon kunci ini merupakan kunci gaib yang membuka jalan dari goa Rancang Kencono ke Gunung Merapi.

13497678821789764882

Kunci gaib menuju Merapi? (dok. pribadi)

Terlepas benar atau tidaknya penjelasan tersebut, Goa Rancang Kencono memang merupakan goa unik yang patut kita jaga dan kita lestarikan keberadaannya. Sayangnya tangan-tangan jahil lebih dulu mengotori goa ini dengan berbagai coretan-coretan  yang tak berarti namun sangat mengurangi nilai historis dan keindahan goa itu sendiri.