kereta gantung pantai timang

 

Sebenarnya di daerah sekitar Yogyakarta, ada banyak sekali obyek wisata yang menarik dan unik. Hanya saja, banyak dari obyek wisata ini yang keberadaannya belum diketahui oleh banyak orang. Bahkan, ada beberapa obyek wisata yang bahkan belum pernah didengar oleh sebagian besar orang yang tinggal di Yogyakarta. Salah satu obyek wisata menarik yang keberadaannya belum banyak diketahui, baik oleh wisatawan maupun orang yang tinggal di Yogyakarta, adalah Pantai Timang. Pantai ini terletak di Desa Purwodadi, Kecamatan Tepus, Kabupaten Gunung Kidul. Jarak pantai ini dari kota Wonosari sekitar 35 km.

Ada banyak alasan kenapa Pantai Timang belum banyak dikenal atau bahkan diketahui keberadaannya. Salah satunya mungkin karena untuk menemukan pantai ini saja cukup sulit. Jika kita datang dari kota Wonosari, kita harus menyusuri Jl Baron. Setelah sampai di pertigaan Mulo, kita harus belok ke kiri, ke jalan yang menuju ke Pantai Siung. Sebelum sampai ke Pantai Siung, kita akan menemukan Pasar nDakbong. Dari pasar ini, kita harus bertanya ke penduduk setempat karena memang belum ada papan penunjuk jalan menuju ke Pantai Timang. Jalan yang menuju ke Pantai Timang bukanlah jalan yang beraspal mulus. Jalan yang harus dilewati adalah jalan sepanjang sekitar 5 km yang mungkin akan terasa menarik bagi para penggemar off road.

Lalu jika memang Pantai Timang sangat sulit untuk dijangkau, untuk apa kita pergi kesana? Sebenarnya yang menarik dari Pantai Timang bukan hanya pemandangan di pantai itu sendiri. Tapi, di Pantai Timang, kita dapat naik kereta gantung. Kereta gantung ini bukanlah kereta gantung sembarangan. Kereta gantung ini adalah kereta gantung yang menghubungkan antara daratan dengan batu karang besar di laut. Biasanya, para nelayan yang menyeberang ke batu karang besar tadi kemudian memancing, atau memasang alat untuk menangkap udang lobster. Tapi tunggu dulu. Anda jangan membayangkan sebuah kereta gantung yang dibuat dengan teknologi moderen dan dilengkapi dengan berbagai fasilitas keamanan. Kereta gantung ini hanyalah kereta gantung yang dibuat dengan cara tradisional, dan menggunakan tali tambang.

Menaiki kereta gantung di Pantai Timang cukup menegangkan. Bayangkan saja, kita harus bergelantungan di sebuah kereta gantung yang dibuat secara tradisional, dan dibawah kita adalah laut yang terkadang percikan airnya cukup besar untuk membuat kita basah. Selain itu, perlu diingat bahwa karena pantai ini memang belum menjadi obyek wisata yang resmi, tidak ada jaminan keselamatan dan asuransi. Jadi, ini benar-benar uji nyali. Tidak ada tiket masuk yang harus dibeli untuk masuk ke Pantai Timang. Jadi, dapat dimaklumi jika disana tidak ada fasilitas apapun. Bahkan tempat untuk memarkir mobil saja belum ada. Tapi, untuk naik kereta gantung yang ada disana, tentunya kita harus membayar kepada pemiliknya.