Kebun buah Mangunan terletak di ketinggian 1000 meter diatas permukaan laut di gugusan pegunungan Imogiri, tepatnya di Mangunan, Kecamatan Dlingo, Kabupaten Bantul. Lokasi ini berjarak sekitar 15 km dari ibukota Kabupaten Bantul, dan 35 km dari pusat Kota Yogyakarta.

Akses menuju lokasi Kebun buah Mangunan ini sangat mudah, apabila start dari Kota Yogyakarta, langsung saja menuju Jalan Imogiri Timur (terminal bus Giwangan) kemudian terus saja ke Selatan. Setelah sampai di Kecamatan Imogiri, ambil jalur Imogiri – Dlingo (lihat plang penunjuk jalan)

Ada berbagai penujuk arah menuju beragam obyek wisata yang terdapat disekitar lokasi ini, silahkan pilih saja hendak mengunjungi yang mana terlebih dahulu🙂

narsis dulu mumpung kondisi masih seger hehe…

Sekitar 5 km kemudian akan dijumpai Balai Desa Mangunan, disitu ada petunjuk arah menuju lokasi Kebun Buah Mangunan, akses jalan menuju ke tempat ini sudah cukup baik. Dalam perjalanan kita akan menempuh medan jalan yang neik dan turun khas perbukitan, lembah, dan hutan-hutan.

di pertengahan jalan kita akan melihat gundukan bukit cukup tinggi yang menarik sebagai background obyek foto, teman-teman Gowes Wisata pun tidak lupa ikut bernarsis ria dengan sepeda tunggangan masing-masing (langsung lupa akan lelah akibat tanjakan hehe)

 

dari atas bukit kita bisa melihat pemandangan lembah serta rute jalan yang berliku-liku

 

Setelah puas foto-foto dan beristirahat sebentar, kami lanjut gowes lagi (lebih tepatnya TTB lagi karena rute jalan yang masih terus menanjak hehe)

ayo masbro TTB teruuusss semangat (perjalanan masih jauuhhh)

saat beristirahat, rupanya ada penghuni lokal yang tidak mau kalah numpang narsis juga :p

Ditengah perjalanan tiba-tiba gerimis pun turun, untungnya (memang kalau orang Indonesia itu banyak bersyukurnya walau tertimpa susah hehe) kami tepat berada di depan Kantor Kelurahan, sehingga kami pun numpang berteduh sekaligus istirahat (punten ya Pak Lurah)

Setelah gerimis dan hujan reda, maka kami pun bersiap melanjutkan perjalanan lagi

Setelah melewati belokan sesuai petunjuk arah tadi, Kami pun kembali menemui pertigaan yang tanpa petunjuk arah, kalau kekiri kondisi jalan menurun – kondisi jalan semen cor dan ada sekolah, akhirnya kami pun mengambil arah kanan yang jalan aspal (karena feeling saja, kalau kekiri pasti kearah Dlingo)

sembari cek cek GPS sudah sampai dimanakah kita

Akhirnya setelah mengikuti jalan, yang tidak seberapa jauh, sampailah kami tepat didepan Gerbang penanda lokasi Kebun Buah Mangunan (foto-foto dulu buat bukti hehe…)

Sebenarnya tidak jauh dari Gerbang penanda, juga terdapat lokasi wisata lain yaitu Goa Gajah, tetapi karena beberapa rekan ada yang kecapean dan mengingat waktu yang sudah terlalu siang, maka kami pun hanya melanjutkan menuju ke lokasi Kebun Buah Mangunan saja

Sayangnya banyak terdapat bukti vandalisme dari beberapa pengunjung yang tidak tahu artinya “menjaga keindahan” (tolong ya adek-adek, mas, mbak, untuk jangan corat-coret, kalian datang untuk menikmati keindahan alam kan?jadi mari sama-sama menjaganya)

Masuk Ke area Kebun buah jangan lupa bayar retribusi dulu sebesar Rp. 5000,- saja

 

Lokasi Kebun Buah Mangunan ini mulai dibangun oleh Pemerintah Kabupaten Kota Bantul pada Tahun 2003 diatas lahan seluas 23,3415 hektar, pada ketinggian 150-200m diatas permukaan laut. Karena berada pada titik ketinggian tersebut maka membuat kawasan ini memiliki udara yang sejuk serta pendangan yang indah diantara pegunungan seribu

Disini juga terdapat penangkaran Rusa Timur dan pembibitan tanaman organik

 

Bangunan sebagai tempat pembibitan tanaman organik

 

Untuk di area bawah sendiri, Kebun buah Mangunan memiliki fasilitas yang cukup beragam untuk melakukan kegiatan outdoor activity seperti : aula besar (300 orang), aula sedang (100 orang), Pendopo (2 tempat), Gazebo, Joglo, Musholla, Camping Ground (3 tempat), Kolam Pemancingan (1 tempat), Kolam renang anak-anak (2 Pool), area outbond, sarana outbond (flying fox, dll), Pondok inap (2 pondok), Kamar mandi, Lokasi parkir yang luas, aneka kebun buiah, peternakan dan arena bermain anak.

Untuk menikmati wahana flora dan fauna, Kebun buah Mangunan memiliki beberapa koleksi tanaman buah seperti : Durian, Jambu Air, Jeruk, Mangga, aneka tanaman buah dan organik lainnya serta ternak sapi yang bertujuan selain untuk menambah populasi ternak sapi, juga agar terjadi siklus yang berkesinambungan antara ternak sapi yang menghasilkan pupuk kandang untuk pemeliharaan tanaman buah yang ada di Kebun Buah Mangunan.

Disamping itu terdapat pula buah-buahan lain yang jumlahnya relatif sedikit seperti matoa, kelengkeng, jambu biji, cempedak, dan belimbing. Untuk menambah kesejukan selain tanaman buah terdapat pula tanaman jati, king grass, salak, dan pinus.

Bagi penggemar sepeda gunung, ada dua lintasan trek yang turut melengkapi keberadaan obyek wisata ini. Lintasan pertama sepanjang 2.300 m khusus untuk downhill dan lintasan kedua sepanjang 3.800 m untuk kelas cross country.

Dari situ kami menuju arah ke puncak yang lagi-lagi rutenya sangat menyiksa si seli tempur karena kondisi jalan menanjak yang penuh kerikil (langkah paling aman ya TTB saja lagi hehe)

Akhirnya sampailah kami bertiga di puncak, foto-foto lagi sembari menghirup segarnya hawa yang masih sejuk

trio Mas Kenthir (foto sumbangan dari Bro ayub,lha knapa jadi foto siluet begini kk hehe)

Lanjut lagi menuju ke Gardu Pandang (banyak muda-mudi yang sedang memadu kasih maupun meratapi nasib jadi jomblo, mari kita ganggu supaya nantinya tidak jadi tempat mesum hehe…:p)

 

Saking niatnya bikin foto, tidak peduli selelah apapun kondisi fisik ayo panggul terus sepedanya hehe…

Keindahan pemandangan dari atas Gardu Pandang, kita bisa melihat lekukan Sungai Oyo yang berhulu di Pantai Parangtritis

 

Setelah puas menikmati pemandangan yang ada di lokasi Kebun Buah Mangunan maka kami pun beranjak pulang, kali ini kami mendapat bonus rute jalan pulang yang didominasi turunan, lumayan setelah awalnya kami banyak disuguhi tanjakan hehe…

tetapi tetap perlu waspada karena diturunan seperti ini kecepatan sepeda dapat menjadi sangat cepat, sehingga jangan lupa agar jari selalu berada dituas brake lever, mengingat juga banyak kendaraan bermotor lain yang berpapasan dengan kita.

Bagi para pengguna discbrake perlu dituntut kewaspadaan lebih mengingat rotor dapat menjadi sangat panas sehingga mengakibatkan rem menjadi tidak pakem, (beruntunglah bagi saya yang masih menggunakan V-brake sehingga tidak ada permasalahan dengan kondisi rem hehe)

bukti kecepatan yang berhasil dicapai si seli tempur saat menempuh turunan

Tambahan sumber referensi:
– aan ardian/kotajogja.com
http://gudeg.net/id/directory/11/1846/Kebun-Buah-Mangunan-Yogyakarta.html#.UqkVlzfwzkU
sumber

http://goweswisata.blogspot.com/2013/12/kebun-buah-mangunan-imogiri-yogyakarta.html